GERSANG
Bagaimana bisa Aku melepaskan begitu saja bunga nan indah yang begitu harum bau nya kurasakan ? sedang sedari awal ku taburi bibit nya di subur nya hati.
tiap hari,setiap malam dan kembali malam lagi selalu kusirami dengan penuh nya kasih dan sayang.
kini semua nya begitu indah, bahkan Aku benar-benar akan jadi lelaki yang tidak memiliki akal jika Aku kehilangan nya.
Bunga itu kamu, kamu wanita yang sedari awal mencuri perhatian ku,dan kini kau sungguh merajai hati setelah semua nya kau kuasai.
bertahta begitu kuasa nya di dalam hati.
dan kini,kau masih juga belum sadari, kalau lah saja sedari awal kau tidak begitu dominan di hati.
Aku akan lebih mudah melepasmu,merelakan mu. tapi.... kenyataan nya tidak lah begitu, Meninggalkan mu sama saja mengubur diri ini hidup-hidup beserta semua cerita nya.
jadi..tolong fahami.. hati ku sudah sejak lama kau curi,Aku tidak lagi tau dimana kau menyimpan nya.
Aku hanya bisa lalui ini semua dengan mu,bersama hati yg selama ini kau curi.
yang kau lakukan lewat tatapan mata dan senyum indah mu.
ingin ...ingin sekali Aku menangis bertekuk lutut di hadapanmu.
lihat lah lelaki tak berdaya ini ,begitu lemah jika tanpa kamu..merangkak mengemis kasih. tolong.. rangkul aku,hati ku dan rangkai indah nya cerita yg kita berdua ciptakan.
mari lah pegang tangan ku,-jika kau sudi. melangkah kedepan. kita ciptakan senyuman itu. bersamaku-berdua-melangkah jauh menuju apa yg selama ini kita impikan.
hati siapa kah mampu menahan perih tersiksa.
jika bunga yang sedari awal ditanami dengan sejuta kasih,dan mekar nya bersama orang lain ?
andai diri mu tak mampu aku miliki.
sanggupkah aku menahan duka kecewa?
juga melupakan begitu saja senyum itu?
sedangkan engkau tau senyuman itu yg selalu kucari di hari-hari ku?
jangan salah kan Aku bila Aku tidak mampu bertahan..
tanpa mu.. Aku bukan lah Aku..
itu bagaikan gersang nya pohon yg kekurangan air.
jatuh satu demi satu dan patah nya kekeringan..
ingin hidup,,tapi ibarat rindu yang dilema,
tanpa arah nya penghidupan.
ditiup angin, -entah saat itu jatuh,atau masih mampu berdiri.
belum lagi panas nya rintangan didepan.
menggerogoti sendi-sendi,
merasuk kedalam-menjalar kebagian inti tubuh pohon.
dan...
perlahan mati.. ~
Aldy Ahmad Lubis.
Suatu Catatan yg dituju untuk seorang Wanita yg selalu menunjukkan kasih nya dengan tulus
Komentar
Posting Komentar