KEPADA PENGKHIANAT



Pada dasar nya manusia hanya jago terlihat kuat. Meski sebenar nya tidak pernah sekuat apa yang terlihat. Dahulu kita pernah sama-sama menguatkan ,pernah sama-sama takut kehilangan pernah punya satu mimpi yang sama,satu tujuan untuk bertekad bersama. kamu adalah orang yg kucintai dengat sangat hebat. Sementara bagimu aku adalah pemilik pelukan paling hangat. Adalah seseorang yang kamu inginkan berlama-lama dengan mu. Tidak perduli waktu,tidak perduli lelah , tidak perduli bahaya sekalipun . bagimu, berdua adalah cara tepat membunuh Rindu meski ia akan hadir kembali sesaat waktu memisahkan. Menikmati hujan dan menikam waktu. Bersama mu semua nya seolah terasa begitu sempurna. Kita ingin jika sang waktu berjalan begitu lamban. Agar kita bisa lebih lama menikmati apa yang selama ini kita sebut dengan ,cinta.

Aku sempat berfikir bahwa memang begini lah cinta bekerja. Bahagia jika memang dengan orang yg tepat. Jauh sebelum hari ini kita adalah sepasang hati . dengan segala hal dan daya upaya mencoba menyatukan dan menyamakan banyak hal. Tidak ada yang tidak mungkin karena semua nya kita mudah kan dengan logika. Bahkan logika yg memang diluar nalar manusia biasa. Kita sepakat untuk membuat sepaket perjuangan,menjalin,dan merajut kasih berdua.

Aku tidak pernah ingin benar-benar melepaskan mu, hanya saja pelukan hangat yg selalu kamu inginkan dari pundak ku tidak (lagi) begitu menarik hati mu, kau tinggalkan dan tanggalkan semua kenyamanan yg kau dapati dari kisah manis dulu. Hanya untuk satu orang yang kini sedang mencoba menghancurkan kita, dia yang entah bisa atau tidak nya menyanggupi semua kasih dan sayang nya untuk mu. Ini pilhan mu untuk lebih memilih penghidupan baru dengan jaminan materi yang lebih baik.  tidak kah kau ingat dulu,Rindu? Kau yang meminta aku untuk kita berjanji sama-sama berjuang dan memperjuangkan kita dari nol? . kemanakah semua itu?  kau harus fahami yang kau tanggalkan ini bukan lah benda mati. Ia adalah organ penting kehidupan , ataukah kau yg tidak punya hati?

Sudah lah, aku yg harus lebih mengerti,-  mengerti bahwa seorang wanita selalu ingin dibutuhkan dan wanita yang selalu punya banyak kebutuhan. Aku bukan lah lelaki yang punya sejuta kemampuan menghadirkan semua ingin mu . buang semua rindu yg dulu kita nikmati meski kadang membunuh hati. Pergi lah dan buat kisah baru yang lebih membahagiakan mu dari pada kisah yg kita berdua ciptakan.

Pergi lah,-rindu. Sebab kini cinta telah pergi tanpa permisi. Meski ia dulu pernah berucap janji untuk tetap tinggal. Sabar lah rindu,meski iia yg berjanji tetap tinggal kini malah membuat perih nya ditinggalkan. Jangan membenci nya walau cinta mengkhianati semua nya, rintihan nya kini pun begitu menyakitkan. Terlalu parah untuk membunuh hati dengan paksa . Sang Mahacinta memang terkadang menciptakan seseorang bukan untuk dimiliki,namun untuk sebagai kisah yang dipelajari .



Aldi Ahmad Lubis

Komentar

Postingan Populer